Sudah umum anggapan bahwa matematika dianggap sebagai pelajaran yang menakutkan. kebanyakan siswa pasti kalang kabut jika sudah waktunya ujian matematika. Tapi benarkah matematika semenakutkan itu?
Menurut penulis matematika tidak seharusnya ditakuti, sebenarnya yang diperlukan adalah rajin dan keinginan belajar yang kuat, tetapi siswa (dan masyarakat) sudah terlanjur menganggap matematika menakutkan. Kira- kira apa sebabnya?
Dari pengamatan penulis dan hasil obrolan dengan beberapa guru sekolah dan guru privat matematika, setidaknya ada tiga alasan yang membuat matematika mendapat stereotip negatif. Yaitu:
- Kurikulumnya. Menurut beberapa pakar, kurikulum kita lebih berorientasi pada hasil akhir, Sehingga bagi siswa paham materi atau tidak bukan masalah. padahal yang nilainya bagus belum tentu pintar dan yang nilainya kurang baik belum tentu tidak bisa. hal ini menyebabkan siswa jadi malas dan nggampangno.
- Pengajarannya. Cara mengajar guru- guru matematika seringkali dianggap membosankan. Ditambah lagi sering kali guru tidak paham apa yang diajarkannya, mereka mengajar, bukan mendidik. Sehingga yang penting materi sampai, tidak peduli siswanya paham atau tidak. hal ini menyebabkan siswa enggan belajar.
- Siswanya. Siswa adalah faktor paling penting. sebenarnya meskipun guru dan kurikulumnya kurang baik, siswa dapat belajar sendiri. namun banyak siswa yang malas, ditambah lagi mindset siswa yang salah. Mindset tersebut antara lain:
- pintar matematika harus pintar berhitung cepat. Tidak harus, yang penting adalah cara berpikirnya.
- matematika tidak berguna di kehidupan nyata. Sangat salah, memang matematika tingkat lanjut tidak digunakan secara langsung di kehidupan nyata,teta.
- untuk pintar matematika harus ber-IQ tinggi.
karena salah kaprah, mereka menjadi malas.
Lalu bagaimana solusinya?
Berdasarkan faktor-faktor yang saya kemukakan di atas, maka menurut saya, solusinya adalah sebagai berikut:
Berdasarkan faktor-faktor yang saya kemukakan di atas, maka menurut saya, solusinya adalah sebagai berikut:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar